Perubahan karakter generasi masa kini, terutama Generasi Z (lahir 1997-2012) dan Generasi Alpha (lahir 2013-sekarang) menjadi perhatian serius dalam dunia Pendidikan. Peserta didik tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital, arus informasi yang cepat , serta dinamika sosial yang terus berubah. Kondisi ini menuntut Pendidikan Islam untuk berperan lebih adaptif dalam membimbing generasi masa kini agar tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman sekaligus mampu hidup selaras dengan perkembangan zaman.

Generasi masa kini dikenal memiliki karakter kritis, terbuka dan terbiasa dengan penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Mereka cenderung menyukai pembelajaran yang visual, interaktif, serta memiliki keterkaitan langsung dengan realitas yang mereka hadapi. Terbiasanya generasi masa kini dalam mengakses teknologi dan gadget menyebabkan berimbasnya pada kebiasaan dan karakter yang menempel pada diri tiap individu.

Pendidikan Agama Islam juga menghadapi berbagai tantangan di era digitalisasi seperti adanya konten negatif , kurangnya interaksi sosial, kuatnya pengaruh budaya populer yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai Islam serta metode pengajaran konvensional yang kurang inovatif untuk menghadapi tuntutan zaman, padahal peserta didik butuh pendekatan interaktif dan relevan dengan teknologi.

4 Strategi pendidikan Islam menghadapi karakter generasi masa kini di era digitalisasi

yaitu

  1. Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran Islami

Pendidikan Islam perlu mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran, memanfaatkan media digital bernuansa Islami misalnya podcast keislaman sebagai media dakwah dan pembelajaran yang interaktif dan konstektual

  1. Literasi Digital Islami

Membekali siswa tidak hanya secara teknis, tapi juga etika digital dalam koridor akhlakul karimah melalui literasi digital Islami.

  1. Keteladanan Pendidik Sebagai Fondasi Utama

Keteladanan pendidik dalam sikap dan perilaku juga menjadi kunci utama dalam menanamkan nilai keislaman secara efektif.

  1. Penguatan Dialog dan Diskusi Nilai Keislaman

Ruang dialog dan diskusi juga perlu dibuka supaya peserta didik dapat berpikir kritis dan tetap berada di dalam ajaran Islam.

Melalui penerapan tersebut, Pendidikan Islam mampu menghadapi karakter generasi masa kini secara bijaksana. Pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter yang beriman, berakhlak mulia dan siap menghadapi kehidupan modern.

Penulis Adel Vieka Octamiana Batch 7 PAI S2