Oleh: Dr. Farida Musyrifah, M.S.I

Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan dengan penuh suka cita. Lebih dari sekadar kewajiban menahan lapar dan dahaga, Ramadhan hakikatnya adalah sebuah madrasah atau sekolah kehidupan yang mendidik manusia untuk menjadi pribadi yang bertakwa. Itulah sebabnya, Ramadhan sering disebut sebagai syahrut tarbiyah atau bulan pendidikan. Pendidikan dalam Ramadhan tidak berlangsung di ruang kelas dengan papan tulis, melainkan melalui kurikulum ilahiah yang komprehensif. Proses pendidikan ini dirancang untuk membentuk seluruh dimensi kemanusiaan, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 183 yang tujuan akhirnya adalah membentuk manusia bertakwa. Tujuan mulia ini tidak dapat dicapai secara instan, melainkan melalui proses latihan dan pembiasaan selama satu bulan penuh.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa puasa melatih disiplin, empati, kejujuran, serta tanggung jawab sosial, nilai-nilai yang menjadi inti pendidikan karakter. Di bulan ini, seorang muslim dididik untuk mengendalikan emosi, menahan amarah, dan berkata baik. Rasulullah SAW bersabda bahwa saat berpuasa, jika dicela atau dimusuhi, hendaknya seseorang berkata, “Aku sedang berpuasa,” sebagai pengingat untuk tidak membalas keburukan dengan keburukan. Ramadhan mendidik kita untuk menjadi pribadi yang rabbaniyyin; yaitu pribadi yang santun, bijaksana, dan berilmu . Pendidikan di bulan suci ini mencakup tiga ranah penting. Pertama, Tarbiyah Jasadiyah (pendidikan fisik), di mana kita belajar mengatur pola makan dan menjaga kesehatan, sejalan dengan hadis “Puasalah, niscaya kamu akan sehat” . Kedua, Tarbiyah Fikriyah (pendidikan intelektual), karena wahyu pertama (Iqra’) turun di bulan ini, mengajak umatnya untuk membaca, menelaah, dan mendalami ilmu pengetahuan . Ketiga, Tarbiyah Qolbiyah (pendidikan hati), yaitu momen untuk membersihkan hati dari sifat-sifat buruk seperti iri, dengki, dan hasut, serta memperkuat hubungan vertikal dengan Allah .

Relevansi Ramadhan sebagai bulan pendidikan juga diakui secara kelembagaan. Pemerintah melalui Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan, dalam Surat Edaran Bersama tentang pembelajaran di bulan Ramadhan 2026, secara eksplisit mendorong satuan pendidikan untuk menjadikan momen ini sebagai ruang penguatan karakter, iman dan takwa, akhlak mulia, serta kepedulian sosial peserta didik . Kegiatan seperti pesantren kilat, tadarus Al-Qur’an yang bermakna, hingga aksi berbagai takjil menjadi metode pembelajaran kontekstual yang efektif. Puncak dari seluruh proses pendidikan di bulan Ramadhan adalah lahirnya insan yang bertakwa. Indikator keberhasilan “sekolah” ini bukan sekadar bergembira saat Idul Fitri tiba, melainkan apakah nilai-nilai pendidikan yang telah dilatih selama sebulan dapat terbawa dan diamalkan di bulan-bulan berikutnya . Ramadhan mengajarkan kita untuk naik kelas; menjadi pribadi yang tidak hanya saleh secara ritual, tetapi juga saleh sosial, peduli terhadap lingkungan, dan berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. Selamat menempuh pendidikan di madrasah Ramadhan. Semoga kita lulus dan meraih predikat takwa.