Sumber gambar: https://id.pinterest.com/pin/586875395236806865/
Oleh: Dr. Farida Musyrifah, M.S.I
Generasi Alpha tumbuh dalam dunia yang berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka hadir ketika internet, media sosial, perangkat digital, dan kecerdasan artifisial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Bagi mereka, mencari informasi tidak selalu dimulai dari buku, melainkan dari layar. Belajar pun tidak lagi terbatas pada ruang kelas, karena pengetahuan dapat ditemukan kapan saja dan di mana saja. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi guru. Guru ideal bagi Generasi Alpha bukanlah guru yang sekadar menguasai materi, melainkan guru yang mampu memahami karakter peserta didik dan menjadikan teknologi sebagai sarana untuk memperkuat proses pembelajaran.
Perubahan teknologi, khususnya Generative Artificial Intelligence (GenAI), semakin mempertegas perubahan tersebut. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa GenAI memiliki potensi membantu guru dalam merancang materi, memberikan dukungan pembelajaran, melakukan asesmen, serta meningkatkan pengalaman belajar siswa. Namun, teknologi tidak dapat menggantikan peran manusia dalam pendidikan. Interaksi guru dan siswa tetap menjadi bagian penting dari proses pedagogis.
Karena itu, guru ideal harus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Guru tidak boleh berhenti belajar hanya karena telah memperoleh gelar akademik atau sertifikasi profesi. Perkembangan teknologi menuntut guru untuk terus memperbarui pengetahuan, memahami literasi digital, mengenal kecerdasan artifisial, serta mampu menilai informasi secara kritis. Kajian tahun 2026 bahkan menunjukkan pentingnya penguatan literasi AI dalam pendidikan guru, termasuk pemahaman tentang aspek etika, privasi, dan penggunaan AI secara bertanggung jawab.
Namun, menjadi guru ideal bagi Generasi Alpha tidak berarti harus menjadi guru yang paling mahir menggunakan teknologi. Guru tetap harus menjadi manusia yang hadir bagi manusia. Di tengah derasnya informasi digital, siswa membutuhkan sosok yang mampu mendengarkan, memahami, memberi teladan, membangun kepercayaan, dan menanamkan nilai. Guru harus mampu mengajarkan bahwa tidak semua informasi di internet adalah kebenaran, tidak semua jawaban dari mesin harus diterima begitu saja, dan kecerdasan bukan hanya kemampuan menemukan jawaban, tetapi juga kemampuan mempertanyakan, menganalisis, dan mengambil keputusan secara bijaksana.
Guru ideal juga harus mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, kreatif, dan kontekstual. Generasi Alpha perlu diberi ruang untuk bertanya, bereksperimen, berdiskusi, memecahkan masalah, serta menghasilkan karya. Dalam konteks ini, guru bertransformasi dari “sumber utama pengetahuan” menjadi fasilitator, mentor, dan navigator pembelajaran.
Pada akhirnya, guru ideal bagi Generasi Alpha bukanlah guru yang melawan perubahan zaman, melainkan guru yang mampu mengarahkannya. Teknologi boleh semakin canggih, tetapi pendidikan tetap membutuhkan sentuhan manusia. Guru masa depan adalah mereka yang mampu memadukan kompetensi digital dengan empati, kecerdasan dengan keteladanan, serta inovasi dengan nilai-nilai kemanusiaan. Sebab, tugas guru bukan sekadar membuat siswa pintar menggunakan teknologi, tetapi membantu mereka menjadi manusia yang bijaksana dalam menggunakannya.
Referensi
- Gamlem, S. M., Johnston, S.-K., Moltudal, S., McGrane, J., & Hopfenbeck, T. N. (2026). Generative AI in initial teacher education: Exploring the alignment of perceptions and experiences of pre-service teachers and their teacher educators. Teaching and Teacher Education, 172, 105382.
- Carrión Candel, E., Lomba Pérez, A., Berd-Gómez, R., & González-Martín, A. M. (2026). Generative artificial intelligence in teacher education: Perceptions, attitudes, and transformative digital resources. Cogent Education, 13(1).
- Shenoy, P., & Saarela, M. (2026). A critical review and actionable framework for integrating generative AI into teacher professional development. Discover Education, 5, 570.
- Song, Z., Qin, J., Jin, F., Cheung, W. M., & Lin, C.-H. (2025). A case study of teachers’ generative artificial intelligence integration processes and factors influencing them. Teaching and Teacher Education, 165, 105157.
- Tan, Q. (2025). Reimagining teacher development in the era of generative AI: A scoping review. Teaching and Teacher Education, 168, 105236