(Sumber Gambar Paxels)
By: Mita Ota Viyani-Mahasiswa Magister PAI Universitas Alma Ata
Perkembangan media sosial membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang Pendidikan Agama Islam. Platform seperti Instagram, YouTube, TikTok, dan WhatsApp kini tidak hanya digunakan sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran keagamaan. Fenomena ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap cara penyampaian, pemahaman, dan internalisasi nilai-nilai Islam, khususnya bagi generasi muda.
Pertama, media sosial memberikan kemudahan akses terhadap materi Pendidikan Agama Islam. Peserta didik dapat memperoleh kajian keislaman, ceramah, dan konten edukatif kapan saja dan di mana saja. Hal ini membantu guru dan pendidik dalam menyampaikan materi secara lebih fleksibel dan menarik. Bagi mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam, media sosial juga menjadi sarana untuk mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Kedua, media sosial mampu meningkatkan minat belajar peserta didik terhadap Pendidikan Agama Islam. Penyajian materi dalam bentuk video singkat, infografis, dan konten visual membuat pembelajaran terasa lebih ringan dan mudah dipahami. Pendekatan ini sangat efektif bagi generasi digital yang cenderung menyukai pembelajaran berbasis teknologi dibandingkan metode konvensional. Ketiga, media sosial berperan sebagai sarana dakwah digital. Nilai-nilai Islam dapat disebarkan secara luas melalui konten yang positif dan inspiratif. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, dakwah digital menjadi media strategis untuk menanamkan akhlak mulia, toleransi, dan sikap moderat kepada masyarakat luas, khususnya kalangan remaja.
Namun, di sisi lain, media sosial juga memiliki dampak negatif terhadap Pendidikan Agama Islam. Tidak semua konten keagamaan yang beredar memiliki sumber yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dalam memahami ajaran Islam jika tidak disertai dengan bimbingan dari pendidik yang kompeten.
Oleh karena itu, peran guru dan pendidik Pendidikan Agama Islam sangat penting dalam membimbing peserta didik agar bijak menggunakan media sosial. Edukasi literasi digital perlu ditekankan agar peserta didik mampu memilah informasi yang benar dan sesuai dengan nilai- nilai Islam.Sebagai kesimpulan, media sosial memiliki pengaruh yang besar terhadap Pendidikan Agama Islam, baik secara positif maupun negatif. Dengan pemanfaatan yang tepat dan pengawasan yang baik, media sosial dapat menjadi sarana efektif dalam mendukung pembelajaran dan dakwah Islam di era digital.