Febri Pratama Kusuma ( Mahasiswa Magister PAI 2026)
Pendidikan secara ideal dipahami sebagai upaya sadar untuk memanusiakan manusia melalui proses humanisasi. Namun, realitas persekolahan modern di Indonesia kerap menunjukkan keretakan mendasar antara konseptualisasi akademis dan realitas praksis. Kesenjangan ini bukan sekadar masalah teknis-metodologis, melainkan persoalan epistemologis dan ideologis yang berakar pada keterasingan teori dari dinamika lapangan (Sadulloh, 2014; Syam, 2010).
Akibatnya, pengetahuan praktis acapkali diabaikan. Kesenjangan tersebut tampak nyata dalam implementasi kebijakan seperti Kurikulum Merdeka; idealisme pembelajaran berdiferensiasi dan pendekatan konstruktivistik tergerus oleh beban birokrasi digital (Tilaar, 2012). Tenaga guru terforsir untuk administrasi, parahnya bahkan mengorbankan esensi pedagogis di kelas. Belum lagi, perbedaan tata letak geografis jadi kendala sukar diterapkannya teori kurikulum nasional. Teori berjalan di jalur abstrak-idealis, sementara praktik berjalan di jalur pragmatis-situasional (Sadulloh, 2014). Tanpa adanya sinkronisasi, teori hanya menjadi dogma, sedang praktik sekadar rutinitas tanpa arah.
Disisi lain, pendidikan tidak dapat bebas secara mutlak. Intervensi politik terkadang menyusup dalam kurikulum. Tanpa disadari, budaya pendidikan pun terjebak paradoks; antara tuntutan dan hasil berbanding terbalik.
Untuk menjembatani dikotomi ini, diperlukan pendekatan praksis yang menyatukan aksi dan refleksi secara berkelanjutan. Pembuat kebijakan perlu mengurangi beban teknokrasi birokrasi dan mendorong kurikulum kontekstual (Dewantara, 1962). Melalui pedagogi kritis dan demokratisasi ruang belajar, teori dan praktik dapat disatukan kembali dalam praksis pendidikan yang membebaskan (Freire, 2008; Hidayat, 2013).
Referensi;
Dewantara, K. H. (1962). Karya Ki Hadjar Dewantara: Bagian I Pendidikan. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.
Freire, P. (2008). Pendidikan Sebagai Praktek Kebebasan (Terj. Alois A. Nugroho). Jakarta: LP3ES.
Hidayat, R. (2013). Pedagogi Kritis: Sejarah, Perkembangan dan Pemikiran. Jakarta: Rajawali Pers.
Sadulloh, U. (2014). Pengantar Filsafat Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Syam, M. N. (2010). Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Pendidikan Pancasila. Surabaya: Karya Abditama.
Tilaar, H. A. R. (2012). Kaleidoskop Pendidikan Nasional: Kumpulan Pemikiran. Jakarta: Kompas Media Nusantara.